Di tengah peningkatan biaya, dan kebijakan energi semakin ketat. Bagi pebisnis, biodiesel bukan lagi sekedar alternatif energi, melainkan strategi untuk menjaga efisiensi, keberlanjutan, dan ketahanan usaha. Jika abai pada perubahan ini berarti membuka risiko kehilangan momentum bisnis di tengah industri yang bergerak menuju standar energi baru. Kendaraan yang tidak menggunakan biodiesel B40, jika maksa menggunakan campuran biodiesel lebih rendah seperti B30/B35, atau solar murni, dapat menurunkan efisiensi bahan bakar dan performa jangka panjang.
Apa Dampak Jika Tidak Menggunakan Biodiesel B40?
Peningkatan Biaya Operasional
Memiliki potensi masalah teknis pada beban biaya perawatan akibat downtime yang tidak terencana.
Risiko Teknis pada Mesin
Jika sisa bahan bakar B40 tertinggal di injector saat mesin mati dapat membentuk deposit kotoran karena kadar Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang tinggi. Ini menyebabkan mesin cepat panas dan mempersingkat umur komponen.
Masalah Filtrasi
Penggunaan B40 yang tidak disesuaikan dengan sistem filtrasi dapat menimbulkan penyumbatan pada filter dan injektor.
Emisi
Tidak menggunakan B40, melewatkan potensi penurunan emisi pada karbon dioksida dan polutan yang lebih tinggi dibandingkan dengan solar biasa.
Penggunaan biodiesel yang dicampur akan menurunkan performa mesin, akan terjadi penyumbatan pada filter kendaraan. Jika menggunakan bahan bakar B40 tanpa campuran akan membuat mesin terawat dan waktu operasional yang panjang.
Dengan begitu, kami mengajak para pelaku industri untuk bergabung dalam GIICOMVEC 2026, sebuah pameran yang menyajikan informasi teknis, inovasi teknologi, dan solusi bisnis yang relevan dengan kebutuhan kendaraan komersial. GIICOMVEC 2026 akan berlangsung pada 8-11 April 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Klik di sini untuk daftar sekarang.
