Cuaca ekstrem meningkatkan risiko hydroplaning, yaitu kondisi saat ban kehilangan daya cengkeram (traction loss) karena lapisan air memisahkan ban dari permukaan jalan. Pada truk bermuatan besar, kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kehilangan kendali dan gangguan serius pada operasional logistik bernilai tinggi. Untuk mengurangi risiko, pengemudi perlu menerapkan langkah-langkah berikut:
Periksa Ban Secara Berkala
Pertama, pastikan ban memiliki kedalaman tapak (tread depth) yang memenuhi standar dan gunakan pola tapak all-weather atau wet traction. Selain itu, jaga tekanan angin (tire pressure) sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga kontak optimal dengan permukaan jalan.
Hindari Manuver Mendadak
Selanjutnya, hindari akselerasi, pengereman, atau pembelokan tiba-tiba di jalan basah. Kurangi kecepatan secara bertahap menggunakan engine brake dan pengereman halus untuk menjaga stabilitas kendaraan.
Perawatan Mesin Kendaraan
Di samping itu, pastikan mesin kendaraan, terkhusus sistem power steering dan rem berfungsi dengan baik. Sistem yang cepat dan responsif membantu perbaikan arah kendaraan jika mulai muncul gejala wheel slip atau aquaplaning.
Dengan menjaga kondisi ban, mengontrol kecepatan, dan merawat sistem kendaraan, pengemudi dapat menurunkan risiko hydroplaning secara signifikan dan menjaga keselamatan operasional.
Temukan informasi teknis dan solusi kendaraan komersial terbaru di GIICOMVEC 2026, sebuah pameran yang menyajikan informasi teknis, inovasi teknologi, dan solusi bisnis yang relevan dengan kebutuhan operasional dan strategis perusahaan. GIICOMVEC 2026 akan berlangsung pada 8-11 April 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Klik di sini untuk daftar sekarang.
