Awal tahun 2026 menjadi penentu bagi industri teknologi otomotif di Indonesia. Pemerintah menegaskan sektor otomotif menjadi prioritas, karena dinilai memiliki dampak ekonomi yang besar. Strategi insentif ini akan mencakup syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan emisi gas buang. Menurut Menteri Perindustrian, kebijakan insentif otomotif akan menggunakan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya.
Efisiensi Fiskal dan Penguatan Industri
Pemerintah ingin memastikan kebijakan insentif dapat mendukung penguatan industri otomotif nasional secara strategis. Hal ini termasuk penilaian komprehensif untuk kendaraan ramah lingkungan biaya rendah (LCGC), kendaraan listrik (EV), dan teknologi hybrid. Kementerian Perindustrian sedang menyusun rancangan insentif baru untuk diajukan dalam kebijakan fiskal 2026. Rancangan ini diciptakan untuk mendukung pemulihan industri otomotif yang menghadapi berbagai tantangan akhir-akhir ini, dan tetap menjaga produk tetap stabil dan pasar tetap tangguh.
Harapan Industri Otomotif
Para pelaku industri otomotif mengharapkan keputusan akhir soal insentif dapat merangsang penjualan kendaraan dan menguatkan rantai pasok domestik. Pemerintah telah menekankan bahwa semua kebijakan akan mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat fiskal, pertumbuhan industri, dan perkembangan nasional jangka panjang. Termasuk mempercepat transisi menjadi kendaraan ramah lingkungan dan mendorong investasi otomotif domestik.
Informasi lainnya seputar regulasi pemerintah untuk bisnis Anda bisa didapatkan pada pameran GIICOMVEC 2026, sebuah pameran yang menyajikan informasi teknis, inovasi teknologi, dan solusi bisnis yang relevan dengan kebutuhan operasional dan strategis perusahaan. GIICOMVEC 2026 akan berlangsung pada 8-11 April 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Klik di sini untuk daftar sekarang.
